PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 BULUKUMBA

  • Hasisba Isnayanto SMA Negeri 10 Bulukumba
Keywords: Pembelajaran Kooperatif, Group Investigation, Hasil Belajar, Fisika

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui tingkat keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peseta didik dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan untuk mengetahui aktivitas pendidik selama proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakkan kelas (classroom action research). Penelitian ini terdiri atas serangkaian siklus, setiap siklus meliputi empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMA Negeri 10 Bulukumba tahun pelajaran 2017/2018 semister genap yang berjumlah sebanyak 35 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi dan test. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi guru dan siswa. Adapun teknik data deskriptif kualitatif digunakan untuk menghitung presentase nilai rata – rata. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)  yang diterapkan pada mata pelajaran Fisika adalah 75. Jadi nilai siswa dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian tindakan dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fisika standar kompetensi memahami konsumsi dan investasi di kelas X1 SMA Negeri 10 Bulukumba kabupaten Luwu. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan hasil tes belajar peserta didik, dimana dari hasil observasi tersebut terdapat pengembangan baik dari segi kehadiran serta keaktifan dan dari hasil tes peserta didik terdapat peningkatan dimana hasil tes siklus I peserta didik yang tuntas sebanyak 66,00 persen, sedangkan peserta didik yang tuntas pada tes siklus II sebanyak 83,00 persen

References

Ahman, Eeng. (2008). Membina Kompetensi Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Cetakan kedua. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Anonim. (2013). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Arikunto, Suhardjino & Supandi (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Aqib, Zainal. (2014). Model-model, Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Cetakan ketiga. Bandung: Yrama Widya.

Dimyanti & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Firmansyah, A. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Group Invertigation (GI) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Sub Pokok Bahasan Strativikasi Sosial Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kajuara Kabupaten Bone. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah. Makassar.

Haling, Abdul. (2007). Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Hamalik Oemar, (2011). Kurikulum dan Pembelajaran. Cetakan keduabelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Hidayati, dinna. (2010). peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation Pada mata pelajaran akuntansi Kelas xi ilmu pengetahuan sosial 4 Sma negeri 02 sukoharjo Tahun ajaran 2009/2010 (penelitian tindakan kelas). Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Komalasari, Kokom. (2011). Pembelajaran Kontekstual, Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama.

Latief, Sriwahyuni. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (Stad) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Kompetensi Dasar Kebutuhan Dan Kelangkaan Dalam Bidang Fisika Di Kelas X.4 SMA Negeri 1 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Makassar. Makassar.

Novi Suarini, Niputu. (2013). Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI (Group Investigation) Untuk Meningkatkan Hasil dan Aktivitas Belajar PKN Pada Siswa Kelas VII 2 Smp Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Universitas pendidikan Ganesha Ingaraja.

Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran, Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

. (2012). Starategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sudremi, Yuliana (2007). Pengetahuan Sosial Fisika 1 SMA/MA. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tampubolon, Saur. (2013). Penelitian Tindakan Kelas, Sebagai Pengembangan Profesi Pendidik dan Keilmuan. Jakarta: Erlangga..

Taniredja, Tukiran, Efi Miftah Faridli & Sri Harmianto. (2011). Model-model Pembelajaran Inovatif. Cetakan Kedua. Bandung: Alfabeta

Published
2019-04-12
How to Cite
Isnayanto, H. (2019). PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 BULUKUMBA. KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE, 1(1), 100-118. Retrieved from http://www.journalfkipuniversitasbosowa.org/index.php/klasikal/article/view/16